7 Deretan Festival Musik Paling Favorit di Indonesia

7 Deretan Festival Musik Paling Favorit di Indonesia

Halo guys! Indonesia memiliki banyak sekali agenda festival musik dalam satu tahun kalender. Dalam kondisi apapun, gelaran festival musik pasti akan selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Festival musik ini menjadi salah satu euphoria paling menakjubkan untuk merayakan musik itu sendiri. Meski dalam kondisi pandemi, saat itu banyak yang menggelar festival musik secara virtual. Begitu besar animo masyarakat Indonesia terhadap festival musik.

Sejatinya, musik ini mungkin tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas manusia. Apapun kegiatannya, pasti selalu diselingi oleh musik. Sebuah karya seni yang proses pembuatannya menyalurkan cita dan rasa serta menjadi media untuk menggambarkan ekspresi diri ini sudah menjadi sebuah identitas bagi masyarakat Indonesia. Maka tidak heran jika kita mempunyai momentum khusus dalam bentuk peringatan yaitu Hari Musik Nasional yang dirayakan setiap tanggal 9 Maret sejak tahun 2013.

Menarik untuk terus mengikuti perkembangan festival musik yang ada di Indonesia. Karena, festival musik yang digelar biasanya tidak merunut pada satu genre saja, tapi beberapa genre akan tampil dalam festival musik tersebut yang menambah gairah para penonton. Berikut 7 deretan festival musik paling favorit di Indonesia.

Soundrenaline

Soundrenaline bisa dikatakan festival musik tertua yang ada di Indonesia. Nama dari Soundrenaline sendiri sudah ada sejak 2002 dan masih eksis hingga sekarang. Dalam setiap gelarannya, Soundrenaline memiliki tema yang berbeda-beda. Edisi pertama Soundrenaline digelar di Parkiran Timur, Senayan, Jakarta, pada 2-3 November 2002. Sampai pada saat ini, Soundrenaline menciptakan euphoria yang sangat luar biasa di setiap edisinya.

Festival musik ini dianggap sebagai showcase terbaik untuk para musisi Indonesia yang sedang naik daun. Soundrenaline selalu memberikan kejutan dengan musisi-musisi yang diundangnya.

Synchronize Festival

Selain Soundrenaline, festival musik lainnya yang paling ditunggu-tunggu gelarannya oleh kebanyakan pecinta musik di Indonesia yaitu Synchronize Fest. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Synchronize memiliki rekam jejak sejak tahun 2000. Namun gelaran pada tahun tersebut hanya membuat event musik dengan skala kecil saja. Sembilan tahun berselang, baru event ini merubah formatnya menjadi festival yang digelar di Plaza Indonesia X’nter.

Synchronize Fest terus bertranformasi menjadi salah satu festival musik terbaik di Indonesia. Hal ini terbukti dari ide-idenya yang sangat brilian. Line-up yang diturunkan di setiap gelarannya selalu datang dari berbagai genre. Salah satu yang paling memorable adalah Soneta Grup yang tampil di panggung Synchronize Fest pada edisi 2016 dan 2018.

Djakarta Warehouse Project (DWP)

Bagi penikmat musik elektronik, Djakarta Warehouse Project (DWP) akan menyajikan tampilan festival musik yang sangat meriah. DWP merupakan salah satu festival Electronic Music Dance (EDM) terbesar di Asia Tenggara. Awal mula dari DWP ini hadir pada 2008, saat itu masih menggunakan nama Blowfish Warehouse Project. Pada edisi kedua, Blowfish mempunyai kendala masalah tempat. Hingga akhirnya dipindahkan ke Pantai Carnaval Ancol sekaligus berganti nama menjadi Djakarta Warehouse Project (DWP).

Sejak saat itu, DWP menjelma menjadi festival musik EDM yang sangat ditunggu-tunggu gelarannya. Beberapa musisi besar juga pernah diundang ke DWP, diantarnaya Avicii, David Guetta, Alesso, Skrillex, Zedd, dan masih banyak lagi.

Java Jazz Festival

Tidak hanya musik EDM, selanjutnya genre musik yang sangat enak didengar ini memiliki festival musik yang populer di telinga pecinta musik Indonesia. Java Jazz Festival hadir untuk menghibur para penggemar genre musik Jazz. Pertama kali festival musik jazz digelar pada tahun 2005 di Jakarta Convention Center, Senayan. Pada edisi pertamanya, Java Jazz Festival berhasil menampilkan 25 musisi mancanegara dan 63 musisi lokal.

Dalam setiap gelarannya, durasi dari penyelenggaraan Java Jazz Festival ini cukup lama, yakni tiga hari. Jadi para penonton bisa memilih musisi yang ingin ditonton. Lalu, gelaran Java Jazz Festival ini menyediakan kurang lebih sepuluh panggung yang tentunya akan sangat memanjakan para penonton yang hadir.

Hammersonic

Untuk pecinta musik cadas, jangan khawatir, karena di Indonesia ada event musik terbaik untuk para metalhead. Dalam setiap penyelenggaraannya, Hammersonic selalu menampilkan atmosfir metal yang luar biasa. Mungkin bisa dikatakan juga bahwa Hammersonic ini merupakan festival musik metal terbesar di Asia Tenggara.

Hammersonic biasanya digelar pada pertengahan tahun di Pantai Carnaval Ancol. Festival musik metal ini selalu dikunjungi minimal 20.000 penonton di setiap tahunnya. Beberapa nama besar yang pernah mengguncangkan panggung dari Hammersonic diantaranya Lamb of God, Megadeath, Bullet for My Valentine, Hatebreed, dan masih banyak lagi.

We The Fest (WTF)

Festival Musik We The Fest (WTF) pertama kali digelar pada tahun 2014. Namun kini menjelma menjadi festival musik yang mendunia. WTF mengusung tema festival musim panas karena penyelenggaraannya memang pada pertengahan tahun. Festival musik ini tidak hanya menampilkan perayaan musik saja, namun juga membawa elemen-elemen lain seperti seni kontemporer non-musik, fashion, makanan, dan lain-lain.

Para musisi yang hadir ke WTF pasti yang sangat lekat dengan sesuatu yang trendy, hits, dan edgy. Gelaran dari WTF ini biasanya mengundang musisi dengan genre pop, indie, hip-hop. rock, dan EDM.

Prambanan Jazz Festival

Hampir sama dengan Java Jazz, namun Prambanan Jazz Festival memiliki konsep yang cukup unik sehingga memikat daya tarik para penonton. Sesuai dengan namanya, Prambanan Jazz Festival digelar di Candi Prambanan, Yogyakarta. Panorama keindahan candi Prambanan menjadi konsep yang diangkat dari Prambanan Jazz Festival. Selain itu, beberapa elemen lain seperti menghadirkan jajanan khas dari Yogyakarta juga menjadi daya tarik tersendiri untuk para penonton hadir ke Prambanan Jazz Festival.

Share this post